Wacana Lisan
Wacana lisan adalah wacana yang disampaikan secara lisan, melalui media lisan. Untuk menerima, memahami atau menikmati wacana lisan ini maka para penerima harus menyimak atau mendengarkannya. Dengan kata lain pendengar adalah penyimak. (Tarigan, 52 : 2009).
ciri-ciri wacana lisan sebagai berikut:
Wacana lisan memerlukan daya simak yang tinggi agar interaksi tidak terputus.
Wacana lisan sulit diulang,dalam arti mengulang hal yang sama dengan ujaran pertama.
Wacana lisan dapat dilengkapi dengan gerakan anggota tubuh untuk memperjelas makna yang dimaksud.
Wacana lisan menyatukan partisipanya dalam satu situasi dan konteks yang sama.
Wacana lisan biasanya lebih pendek daripada wacana tulis.
Wacana lisan juga melibatkan unsure kebiasaan atau pengetahuan yang telah diketahui bersama (common ground),yang ada pada satu keluarga atau kelompok dan,
Wacana lisan sering melibatkan partisipanya secara langsung.
Contoh: Penutupan Ketua PPL
Alhamdulillahirobil alamin, terimah kepada Saudari Tuni. Baik langsung saja mewakili dari teman-teman PPL dari Stkip PGRI Jombang. Mengucapkan banyak terimah kasih atas bantuan Bapak Ibu Guru dalam membimbing kami selama 2 bulan ini, banyak kekurangan dari kami dalam mengajar serta mohon untuk dimaafkan karena kami disini juga masih belajar. Sekali lagi kami mengucapkan banyak terimah kasih kepada Bapak Ibu Guru kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wacana Tulis
Wacana tulis merupakan pengungkapan kembali wacana tanpa mengutip harfiah kata-kata yang dipakai oleh pembicara dengan mempergunakan konstruksi gramatikal atau kata tertentu, antara lain dengan klausa subordinatif, kata bahwa, dan sebagainya. (Menurut Kridalaksana dalam Tarigan, 52 : 2009).
Wacana tulis mulai dikenal setelah ditemukan huruf,Huruf dibuat untuk mengganti peran bunyi bahasa sehingga biasanya orang mengatakan bahwa huruf adalah lambang bunyi. Huruf-huruf itu dipelajari manusia dan kemudian digunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain yang tinggal berjauhan.
Contoh: Parpol Berkonflik Tak Bias Ikut Pilkada
Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana melarang partai yang mempunyai dualisme kepengurusan untuk ikut pilkada.
Kemarin aturan tersebut juga dibicarakan KPU dengan Panitia Kerja (Panja) Pilkada Komisi II DPR. Menurut Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, aturan itu memang masih berupa rancangan dan akan dibicarakan dengan para ahli pilkada. “ Ini juga mengakomodasi permintaan anggota komisi II, khususnya yang berasal dari Golkar dan PPP.” Katanya.
Golkar dan PPP memang masih terbelit dualism kepengurusan. Hingga kini, dua parpol itu menunggu putusan tetap dari pengadilan tentang kepengurusan yang sah.
Hadar menuturkan, KPU juga akan menunggu hingga ada putusan tetap tentang kepengurusan yang sah. Namun, jika partai yang masih berkonflik ingin ikut pilkada, harus ada surat pernyataan bersama dari dua kepengurusan yang menerangkan bahwa mereka akan bersatu ketika pilkada. “ Dalam arti lain islah. Mereka harus menunjuk siapa pengurus yang sah.” Jelasnya.
Ketua KPU Husni Kamil Manik menambahkan, KPU telah mengundang sejumlah pakar hokum dalam forum diskusi tertutup untuk berkonsultasi mengenai solusi atas dualisme parpol. Secara umum para pakar hokum sepakat dengan opsi-opsi yang diusulkan KPU.
“Menurut pakar, itu cukup solutif,” tambahnya. Tinggal bagaimana sikap DPR untuk menanggapi usul opsi yang diajukan KPU.
Jenis wacana dilihat berdasarkan jumlah peserta yang terlibat pembicaraan dalam komunikasi yaitu :
Wacana monolog
Wacana monolog merupakan wacana yang disampaikan oleh seorang diri tanpa melibatkan orang lain untuk ikut berpartisipasi secara langsung. Wacana monolog bersifat searah dan termasuk komunikasi tidak interaktif (noninteractive communication). Wacana monolog terjadi seperti pada orasi ilmiah, khotbah, dan penyampaian visi dan misi. Pada wacana monolog pendengar tidak memberikan tanggapan secara langsung atas ucapan pembicara.Contohnya pidato dan ceramah.
Contoh : khotbah pada hari jum’at
Wacana dialog
Wacana dialog merupakan percakapan yang dilakukan oleh dua orang secara langsung. Wacana dialog bersifat dua arah, dan masing-masing partisipan secara aktif ikut berperan didalam komunikasi, sehingga disebut komunikasi interaktif (interactive communication). Wacana dialog terjadi seperti pada peristiwa diskusi, musyawarah, pembicaraan telepon, Tanya jawab, dan teks drama.
Contoh : perbincangan Fitri dengan Damar saat memijam buku pelajaran.
Damar : Assalamualikum Fit.
Fitri : Walikum salam, ada apa Dam kamu malam-malam telpon aku?
Damar : Iya Fit maaf menganggumu, aku mau pinjam buku catatan Matematikamu. Tolong besok kamu bawakan ya. Bolehkan aku meminjam bukumu?
Fitri : Iya Dam boleh besok aku bawakan.
Damar : Ya uda makasih Fit.
Fitri : Iya sama-sama.
Damar : Assalamualikum.
Fitri : Walaikum salam.
Wacana polilog
Wacana polilog merupakan pembicaraan atau percakapan yang melibatkan partisipan pembicaraan lebih dari dua orang penutur. Partisipan yang terlibat dalam pembicaraan semuanya berperan aktif dan langsung dalam komunikasi. Wacana polilog terjadi seperti pada peristiwa musyawarah, diskusi, atau debat, dan teks drama.
Contoh: naskah drama
LIKA LIKU KELUARGA
Namaku Karina. Aku punya cacat ditubuh. Kaki kananku lebih kecil dibanding kaki kiri. Cacatku ini bibawa sejak lahir. Kecacatanku sebenarnya tidak aku permasalahkan. Kusadari bahwa semua ini takdir Tuhan aku rela dan tak mengeluh. Walaupun kenyataannya sangat pahit. Kini ku tinggal bersama Bapak, Ibu dan Adik.
Ibu : (masuk rumah dan kaget campur jengkel). Aduh . . . . . .ini gimana sih! Rumah kok kaya kuburan hantu. Ngapain aja sih si Karin (sambil mondar-mandir memanggil anak tirinya) Rini. . . . Karin.
Karin : (datang dari dalam karena panggilan ibunya). Ada apa Bu!
Ibu : Ada apa-ada apa. Semuanya berantakan. Ngapain aja sih kamu? (membentak-bentak)
Karina : Anu Bu, Ayah sedang sakit.
Ibu : Alah. . . ! Alasan (sambil menuding kearah Karina), kamu tuh sudah pincang, nggak ada yang peduli sama kamu. Kamu tuh ya harus berterima kasih karena masih tinggal disini. Jadi kamu harus meneruti semua perintahku. Ngerti ! (membentak keras)
Ayah : Uda lha Bu jangan kau marahi Karina, tadi dia merawat. Aku lagi gak enak badan. Lagian kenapa harus karin yang membersihkan rumah. Dia juga anak kita Buk?
Ibu : Apa enak banget, pokoknya aku pulang dari Arisan rumah ini harus bersih. Kamu mengerti Karin?
Karina : Mengerti (dengan nada lemah dan menganggukan kepala).
Ibu : Cepat bereskan semuanya. Kalau tidak, kamu nggak akan ku beri makan. Ingat itu! (lalu pergi meninggalkan rumah).
Wacana ditinjau dari tujuan berkomunikasi:
Wacana Argumentasi
Menurut ( Rottenberg,1988: 9 ).Karangan argumentasi merupakan salah satu bentuk wacana yang berusaha mempengaruhi pembaca atau pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan, baik yang didasarkan pada pertimbangan logis dan emosional.
Menurut ( Gorys Keraf,1995:10 ) Argumentasi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha membuktikan suatu kebenaran .Sebuah argumentasi berusaha mempengaruhi serta mengubah sikap dan pendapat orang lain untuk menerima suatu kebenaran dengan mengajukan bukti – bukti mengenai objek yang diargumentasikan itu.
Contoh: siang hari ini hari ini susananya sangat panas. Sepulang sekolah aku langsung bergegas mencuci baju. Aku memcuci baju ditemani oleh ibu. Dengan suasana yang panas dan terang ibu memprediksi hari ini akan turun hujan.
Wacana Eksposisi
Karangan atau wacana eksposisi bertujuan untuk menerangkan sesuatu hal kepada penerima (Pembaca) agar yang bersangkutan memahaminya. Eksposisi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menguraikan suatu objek sehingga memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca. Wacana ini digunakan untuk menjelaskan wujud dan hakikat suatu objek.
Contoh: HP
Handpon merupakan alat komunikasi. Dengan adanya HP membuat semua orang mudah dalam berkomunikasi. Hp digunakan untuk berkomunikasi, hp ini memiliki manfaat yang sangat besar salah satunyandnegan memperlancar komunikais antar teman, saudara maupun pacar. Hp sendiri memiliki bernagai ragam tipe. Setiap Hp memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Wacana persuasi
Wacana persuasi adalah wacana yang bertujuan mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan perbuatan sesuai yang diharapkan penuturnya. Untuk mempengaruhi pembacanya, biasanya digunakan segala daya dan upaya yang membuat mitra tutur terpengaruh. Untuk mencapai tujuan tersebut,wacana persuasi kadang menggunakan alasan yang tidak rasional. Persuasi sesungguhnya merupakan pernyimpangan dari argumentasi,dan khusus berusaha mempengaruhi orang lain atau para pembaca. Persuasi lebih mengutamakan untuk menggunakan atau memanfaatkan aspek– aspek psikologis untuk mempengaruhi orang lain.Jenis wacana persuasi yang paling sering ditemui adalah kampanye dan iklan.
Contoh dialog ayah dan ibu
Ayah : Bu ada Bakso enak?
Ibu : Dimana Pak?
Ayah : Di tambakberas, kemarin Bapak mencobanya harganya juga murah Bu. Baksonya berisikan daging Bu.
Ibu : Ya uda pak besok kalau Bapak ke Jombang tolong dibelikan, aku pensaran dengan rasanya.
Ayah : iya Bu.
Wacana Deskripsi
Wacana deskripsi adalah bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa sehingga objek itu sepertinya dapat dilihat,dibayangkan oleh pembaca,seakan – akan pembaca dapat melihat sendiri.Deskripsi memiliki fungsi membuat para pembacanya seolah melihat barang – barang atau objeknya.
Contoh: gunung Mahameru
Gungung Maheru meiliki sejuta pesona keindahan alam. Mahameru memiliki sejuta keindahan seperti di ranu kombolo, udara serta air yang didanau sanagt jernih membuat para pendaki tak lupa mampir di Ranu kombolo serta di bukit yang yang memiliki mitos bila pendaki tanpa menoleh ke bawah apapun keinginanya pasti terkabul.
Wacana Narasi
Wacana narasi merupakan satu jenis wacana yang berisi cerita.pada wacana narasi terdapat unsure – unsure cerita yang penting seperti waktu, pelaku, peristiwa. Adanya aspek emosi yang yang dirasakan oleh pembaca dan penerima.Melalui narasi,pembaca atau penerima pesan dapat membentuk citra atau imajinasi.
Contoh: pantai klayar
Pantai klayar merupakan pantai yang indah. Suasana pantai yang sejuk serta air yang bersih. Untuk menunju ke pantai ini membutuhkan sebuah persiapan baik dari segi fisik maupun mental. Karena jalan emnunju pantai ini sangat tajam penuh dnegan lika-liku. Oleh karena itu bila ingin ke pantai klayar harus benar-benar mempersiapakn obat agar tidak mabuk dijalan. Dengan adanya jalan yang berlika-liku.
DAFTAR PUSTAKA
Kushartanti, Multamia dan Lauder, Untung Yuwono. 2008. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Fatimah Djajasudarma. 1994. Wacana: Pemahaman dan Hubungan antar Unsur. Bandung: Eresco.
Henry Guntur Tarigan. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.
Casino and Resort - Mapyro
BalasHapusA list of casinos and other gambling facilities 여주 출장마사지 located 의정부 출장안마 in the Casino and Resort in Washington. 포항 출장샵 Hotel, RV Park, Lodging, & Outdoor Recreation. Rating: 광양 출장안마 3 순천 출장안마 · 5 reviews